Hadiah

oleh N.Riezki

INT. KAMAR AFI – PAGI HARI
Kalender dengan spidol yang menandai salah satu tanggalnya. 
ZOOM OUT
Afi, 6, sedang membereskan kasurnya. Berputar-putar girang kemudian keluar dari kamar.

INT. RUANG TAMU RUMAH – PAGI HARI
C.U.
Nora, 18, mukannya ditekuk berjalan tanpa gairah hidup. 

CUT TO
F.S
Afi keluar dari kamar dan mengelilingi Nora dengan girang. Nora kesal menghentakkan kakinya ke tanah.

Nora
STOP! (Afi berhenti) Kamu ngapain sih?! Ganggu aja! Awas!

Nora pergi meninggalkan Afi sendiri. Afi berjalan ke dapur.

INT. DAPUR
Mendekati ibunya dan menarik baju
Afi 
Mah...



Mamah menunduk melihat Afi.
Mamah 
Apa?

Afi 
Mbak kenapa?

menurunkan tubuhnya sambil tersenyum
Mamah 
Mbak lagi sedih…

Afi 
Kenapa?

Mamah 
Kenapa enggak adek tanya sendiri?

Afi 
Tapi tadi adek dimarahin! Padahal hari ini kan Mbak Nora ulang tahun! Harusnya Mbak Nora seneng! Malah adek dimarahin! Kan adek jadi sebel!

Mamah 
Memangnya kalau adek sedih, adek enggak pernah marahin Mbak Nora?

menatap ke bawah, dengan suara pelan
Afi 
Pernah sih...

Ekspresi muka ibu yang sedang tersenyum
Mamah 
Biasanya Mbak Nora ngapain kalau adek lagi ngambek?

Afi 
Biasanya Mbak Nora ngasih hadiah.

Mamah 
Kalau gitu kenapa adek enggak ngasih hadiah aja ke Mbak Nora? Biar Mbak Nora seneng.

Afi 
Tapi kasih apa?

Mamah 
Ya, terserah adek. Tapi kasih yang special ya… 

mengusap kepala Afi sambil bangkit berdiri

Afi menatap mamah bingung sambil memiringkan kepalanya. Mamah kembali mengusap kepala Afi dan membalikan badan.

INT. KAMAR AFI – SIANG HARI
Afi berbaring di atas kasur. Berguling-guling ke kanan ke kiri berpikir keras mencari hadiah yang cocok untuk kakaknya.
Sampai akhirnya dia berhenti, menatap sekeliling kamarnya.
Menghela nafas panjang.
Afi
Apa ya?
Hening. Tiba-tiba wajahnya bersinar mendapat ide.

INT. KAMAR NORA – MALAM HARI
Nora sedang duduk di pinggir kasur, ditemani alunan lagu galau yang tidak terlalu keras. Mukanya masih murung dan tidak bersemangat.
Dari pintu Afi masuk dengan tangan di belakang. Afi berjalan menghampiri Nora dengan senyum sumeringah.
Nora
Ngapain kamu ke sini?

Afi memberikan sebuah kotak ke Nora
Afi
Selamat ulang tahun Mbak Nora!

Nora
Nggak usah! Nggak perlu! Sana keluar!

Afi kaget dan dengan mata berkaca-kaca dia meletakkan kotaknya di samping Nora, kemudian keluar dari kamar.
Nora diam tak berkutik. Dia merasa bersalah, tapi rasa sakit hatinya lebih kuat. Nora menunduk larut dalam kesedihannya. Setelah merasa lebih tenang, dia mengambil hadiah yang diberikan adiknya dan membukanya. Isinya hanyak boneka jelek buatan tangan dan selembar surat. Nora membaca surat itu.
Dengan cepat Nora berdiri dan berlari ke luar kamar.

INT. RUANG TENGAH
Nora yang baru keluar dari kamarnya langsung memeluk adiknya yang sedang berdiri terpaku menonton tv. Afi kaget namun membalas pelukan Nora.

Comments