November

November
oleh N.Riezki

Bandung hari ini terasa dingin
Menyapaku bagai angin menyapa daun yang kering
Selimutku yang tebal bahkan tak menjauhkanku dari rasa sepi yang menggerogoti hati

Aku di sini kedinginan
Sendirian
Ketakutan
Tak tahu kemana jalan untuk pulang ke rumah
Tak tahu kemana kaki harus mengarah

Ingin rasanya aku meringkuk
Dalam peluknya sambil memakan kue mangkuk
Seperti dahulu saat semuanya mulai menekuk

Namun dia pergi
Meninggalkanku sendiri
Hanya menyisakan memori yang kian menyayat hati

Dan di sinilah aku kembali sendiri
Menunggu seseorang untuk membantuku berdiri
Mengembalikan apa yang telah aku beri
Saat aku lelah menunggu sendiri

Dan di sinilah aku
Terduduk kaku
Bersama dingin yang menusuk kuku
Hanya bisa melihat ke masalalu dan terpaku

Namun kemudian kau datang
Kau duduk di sebelahku saat petang

Tersenyum ke arahku bagai bulan di tengah malam
Saat itu aku merasa pintaku telah dipenuhi oleh alam
Karena kau telah menarikku dari kelam
Dan membiusku dalam-dalam

Terasa tenang mendekap jiwa dan raga
Terasa hangat menciptakan bahagia

Kau membuatku terjaga dari tidurku
Membuatku ragu untuk lepas dari layarku
Membuat mataku terus menunggumu
Mencarimu yang muncul bersama semu

Orang tidak akan pernah mengerti apa yang terjadi
Karena setiap gerakan kecil yang kau buat sudah bisa membuatku jatuh hati
Mereka juga tidak paham kebahagiaan yang aku rasa
Karena hanya mendengar suaramu pun aku sudah terbang ke angkasa

Mungkin kau tak pernah menyadarinya
Tapi kau berhasil membuatku tersenyum tanpa ada habisnya
Mungkin kau tak pernah menyadarinya
Tapi aku selalu menunggu untuk bertemu denganmu setiap harinya

Andai aku berani
Mungkin hati akan bernyanyi
Berteriak padamu hingga kau berpaling
Hingga ku berikan rasa yang telah lama bersembunyi

Rasa yang disembunyikan hati
Hanya untukmu hingga kau siap pada saatnya nanti

Comments